INFOESDM.COM – PT ThorCon Power Indonesia telah menyiapkan dana investasi Rp17 triliun untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) di Pulau Gelasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami mengharapkan kepastian hukum dari pemerintah pusat terkait PLTT di Pulau Gelasa ini,” kata Direktur Operasi PT. ThorCon Power Indonesia Bob S. Effendi di Pangkalpinang, Rabu 29 Maret 2023.

Ia mengatakan dana investasi sebesar Rp17 triliun yang telah disiapkan untuk pembangunan PLTT di Pulau Gelasa Provinsi Kepulauan Babel ini tidak mungkin digelontorkan tanpa kepastian hukum dari pemerintah pusat.

“Kami mengharapkan pemerintah untuk memberikan payung Perpres, agar perubahan-perubahan terkait tata ruang yang dilakukan oleh pemprov dapat dipayungi oleh Perpres,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini Dewan Energi Nasional (DEN) tengah merevisi ketetapan penting menyangkut posisi energi nuklir dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN)

“Yang pasti dengan adanya climate change dan kebijakan dunia internasional, pembangkit listrik tenaga batubara yang menyumbang 68 persen listrik Indonesia harus ditutup bertahap di 2040.”

“Oleh karena itu, dibutuhkan transisi ke energi lain yang memberikan nilai ekonomis dan kebermanfaatan yang sama atau lebih besar,” jelasnya.

Ia mengatakan energi thorium dan nuklir merupakan sumber energi yang dapat memberikan nilai ekonomis dan kebermanfaatan yang lebih besar dari batubara sehingga peralihan dari batubara ke nuklir merupakan suatu hal yang tidak dapat terelakkan.

“Kami sendiri sudah melakukan berbagai kajian selama 2 tahun ini. Dari hasil menunjukkan setiap dampak dari PLTT ini dapat dimitigasi dan tidak memberikan dampak yang permanen bagi lingkungan,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah membangun laboratorium bahan bakar yang bekerja sama dengan ITB yang ditargetkan akan commisioning setelah lebaran.

Laboratorium yang telah dibangun dalam bentuk 2 kontainer nantinya akan menjadi cikal-bakal pabrik bahan bakar yang akan dibangun di Bangka Belitung

Ia menambahkan dengan target pemerintah sebesar 8 gigawatt listrik dari PLTN tahun 2040 dan 54 gigawatt pada 2060, maka PLTN pertama ditargetkan beroperasi tahun 2032.

Jadwal ini sesuai dengan timeline yang pihaknya ajukan pada pemerintah yang mana Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2031-2032.

“Selama 2 tahun ini kami telah melakukan berbagai macam kajian. Prosesnya masih panjang tapi ini adalah langkah awal pembangunan. ”

“Kita tidak lagi dapat menutup mata terkait kebermanfaatan dari energi nuklir ini,” katanya.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.