INFOESDM.COM – Cegukan merupakan suatu kondisi dimana munculnya suara aneh yang tiba-tiba muncul dari tubuh tanpa adanya pertanda khusus sebelumnya.
Kondisi ini disebabkan iritasi pada persarafan yang menghubungkan otak dengan diafragma.
Menurut peneliti, cegukan sering terlihat pada perokok dan orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.
Rumah sakit dan unit perawatan paliatif juga mengamati cegukan pada pasien yang dirawat karena stroke dan beberapa jenis kanker.
Baca Juga:
Media Ekonomi dan Bisnis Siap Mempublikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatann Seremoni Anda!
Seperti fajar yang menyingsing di ufuk timur, semoga Lebaran ini membawa cahaya yang makmur
RUPST BTN, Dirjen Pajak Jadi Komisaris Utama dan Nixon L.P Napitupulu Dipertahankan Jadi Dirut
Dokter di Italia melaporkan kasus di mana aktivitas pria dapat memicu cegukan hanya dengan mencukur dan membelai janggut mereka.
Di antara penyebab kondisi yang lebih tidak jelas adalah stroke dan berbagai jenis kanker.
Seperti dikutip dari laman Express, Kamis, 23 Februari 2023, News Medical Life Sciences menyebut daftar kanker yang terkait dengan cegukan sangat banyak seperti kanker esofagus, perut, pankreas, beberapa tumor otak, tumor mediastinum, dan paru-paru.
Badan kesehatan itu menyatakan, dalam kondisi seperti ini cegukan bisa terjadi saat saraf yang bertanggung jawab untuk diafragma mengalami iritasi.
“Apa pun yang menyebabkan perut Anda buncit dapat menyebabkan cegukan. Perokok rentan karena terus-menerus menelan udara,” ungkap asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Texas A&M Health Science Center, Timothy Pfanner.
Pfanner mengatakan, terkadang dia mendapatkan cegukan yang sulit diatasi pada pasien yang didiagnosis menderita kanker otak, kelenjar getah bening, atau kanker perut.
Karena itu, Pfanner menyarankan orang-orang berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, jika cegukan semakin parah bahkah sulit diatasi.
Pada strok, Pfanner meyakini bahwa gangguan pada jalur neurotransmitter di sistem saraf pusat dapat menyebabkan cegukan.
Baca Juga:
Kasus Jual Beli Gas, KPK Periksa Mantan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati Sebagai Saksi
Termasuk 3 Perusahaan Energi,25 Perusahaan Besar dengan Aset di atas Rp250 Miliar dalam Antrean IPO
Gangguan ini sering diamati pada otak pasien yang dirawat karena tumor otak juga.
Ahli saraf Diana Greene-Chandos menjelaskan, orang-orang harus memperhatikan tanda-tanda lain untuk menentukan apakah mengalami strok atau tidak.
Menurut dia, indikator utama dari kondisi stroke lain adalah mati rasa, penglihatan kabur, atau kebingungan mendadak.
Terlebih lagi, Greene-Chandos menyatakan cegukan akibat stroke cenderung menyakitkan, tak berhenti, dan parah.
Dalam jajak pendapat terhadap 1.000 orang, sebanyak 10 persen wanita sadar bahwa cegukan merupakan indikator kondisi tersebut.
National Health Services (NHS) di Inggris menyatakan bahwa cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam atau sering kambuh harus diperiksakan ke dokter.
“Dokter umum akan mengetahui apakah cegukan Anda disebabkan oleh kondisi kesehatan atau obat yang Anda minum,” jelas NHS.***