Sektor Paling Berat yang Akan Dihadapi Pemerintahan Prabowo – Gibran Adalah Sektor ESDM, Begini Alasannya

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 12 Mei 2024 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan Calon Presiden Terpilih, Prabowo Subianto bersama Calon Wakil Presiden, Terpilih Gibran Rakabuming . (Facebook.com/@Prabowo Subianto)

Pasangan Calon Presiden Terpilih, Prabowo Subianto bersama Calon Wakil Presiden, Terpilih Gibran Rakabuming . (Facebook.com/@Prabowo Subianto)

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

INFOESDM.COM – Sektor migas dengan produksi minyak nasional yang makin menurun.

Sumur sumur migas yang makin tua, dan sumur sumur baru yang tidak significant menutupi penurunan produksi.

Berapapun dana yang diinvestasikan dalam sektor migas tidak mampu mengangkat produksi minyak walaupun setetes.

Beban biaya produksi migas akan semakin meningkat terutama akan datang dari biaya keuangan naiknya suku bunga internasional dan depresisasi yang tidak terhindarkan.

Berapapun peningkatan capex BUMN migas nasional tidak berkorelasi positif dengan peningkatan produksi migas.

Baca artikel lainnya di sini : Badan Pangan Nasional Berharap Chef dan Nutrisionis Terlibat dalam Program Makan Siang Gratis

Usahanya hanya seputar menahan laju penurunan produksi yang terjun bebas.

Di kilang kilang ada masalah sulitnya mendapatkan pembiayaan, tidak ada uang lagi atau liquiditas bagi investasi kilang.

Baca artikel lainnya di sini : Wamenaker RI Afriansyah Noor Terima Penghargaan Khusus dari LPA Lubuklinggau

Sebagai mana media Singapura mengatakan jangan coba coba menaruh kata kilang minyak dalam proposal Anda, karena itu akan menjadi proposal yang sia sia.

Di hilir berhadapan dengan isue polusi udara dan menjadi sorotan internasional dan sorotan masyarakat.

https://infoesdm.com/wp-admin/options-general.php?page=ad-inserter.php#tab-11

Terkait target pemerintah mengurangi emisi sebagaimana komitmen terhadap perjanjian perubahan iklim.

Kondisi kerusakan lingkungan Indonesia memang kasat mata.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Subsidi APBN terhadap sektor migas yang makin tinggi untuk solar dan LPG 3 kg dan juga listrik.

Ditambah lagi dengan dana kompensasi energi yang sangat besar untuk BBM dan listrik yang sangat menguras APBN.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Namun subsidi dan kompensasi menjadi sumber keuntungan BUMN migas. Ini menjadi isue politik utama.

Sementara subsidi sendiri tidak tepat sasaran dan disalahgunakan. Digitalisasi tidak didukung stake holder utama.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Pendapatan negara dari bagi hasil migas yang tidak lagi significant. Sementara subsidi dari APBN kepada migas membesar.

Strategi mengatasi ini sangat sulit dan hampir tidak ada jalan keluarnya karena masalah ketergantungan pada BBM dan LPG 3 kg.

Agenda transisi energi sebagai jalan keluar tidak dapat dijalankan dengan cepat.

Karena membutuhkan biaya yang mahal dan oleh sebagian besar kalangan dikatakan menciptakan gangguan ekonomi, fiskal dan keuangan.

Tampaknya pemerintah begitu sulit melakukan transisi energi dan mengurangi emisi walaupun di scope 3.

Ketergantungan ekonomi yang makin besar pada pendapatan ekstraktif SDA berhubungan erat dengan deforestasi.

Yang merupakan ancaman terbesar bagi iklim, sementara SDA ada di kawasan hutan.

Usaha besar hilirisasi membutuhkan konsistensi dan ketegasan sikap pemerintah, sementara masih menghadapi tantangan dari dunia usaha yang masih mengandalkan ekspor bahan mentah.

Penolakan Uni Eropa dapat diatasi jika elite nasional kompak.

Masih banyaknya kegiatan illegal dalam bidang SDA yang melibatkan kegiatan ekploitasi SDA sendiri.

Hingga kejahatan kelas satu yakni pencucian uang hasil ekploitasi SDA.

Digitalisasi pajak dan SDA tidak berjalan di kementerian ESDM dan Keuangan.

Ada masalah terbesar dalam sektor keuangan SDA yakni sistem devisa bebas yang mengakibatkan hasil ekpoitasi SDA.

Juga hasil perdangannya, hasil financialisasinya, uangnya dibawa kabur ke luar negeri.***

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Hallopresiden.com dan Haipurwakarta.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media lainnya, dapat menghubungi Jasasiaranpers.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global, BI Rate Tetap 6,25 Persen
Sebanyak 141 Daerah Tak Lakukan Gerakan Menanam Padahal Alami Kenaikan Harga Bawang Merah
Pertumbuhan Ekonomi pada 2025 akan Naik, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Alasannya
Ekonomi Indonesia Tumbuh 8 Persen dalam 2-3 Tahun ke Depan, Prabowo Subianto Optimistis Mampu
Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya
Menjaga Kualitas dan Jaminan Mutu : BNSP Hadir dalam Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia
Melihat Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen pada Triwulan I 2024, Presiden Jokowi Ungkap Alasan Optimisnya
Menkeu Sri Mulyani Bertemu Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Bahas Mekanisme Transisi Energi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:39 WIB

Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global, BI Rate Tetap 6,25 Persen

Selasa, 21 Mei 2024 - 10:51 WIB

Pertumbuhan Ekonomi pada 2025 akan Naik, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Alasannya

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:59 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 8 Persen dalam 2-3 Tahun ke Depan, Prabowo Subianto Optimistis Mampu

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:35 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Minggu, 12 Mei 2024 - 09:39 WIB

Sektor Paling Berat yang Akan Dihadapi Pemerintahan Prabowo – Gibran Adalah Sektor ESDM, Begini Alasannya

Rabu, 8 Mei 2024 - 20:02 WIB

Menjaga Kualitas dan Jaminan Mutu : BNSP Hadir dalam Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia

Rabu, 8 Mei 2024 - 09:29 WIB

Melihat Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen pada Triwulan I 2024, Presiden Jokowi Ungkap Alasan Optimisnya

Senin, 6 Mei 2024 - 11:38 WIB

Menkeu Sri Mulyani Bertemu Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Bahas Mekanisme Transisi Energi

Berita Terbaru