Perundingan dagang putaran ketiga antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Stockholm, Swedia, pada 28 Juli 2025, memberikan secercah harapan bagi stabilisasi ekonomi dunia.
Pertemuan yang berlangsung di kompleks pemerintahan Rosenbad itu tidak hanya menjadi lanjutan dari dialog Jenewa (Mei) dan London (Juni).
Tetapi juga menandai komitmen konkret kedua negara untuk menghindari eskalasi konfrontatif menjelang tenggat penangguhan tarif pada 12 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut berbagai sumber diplomatik, pertemuan tersebut berhasil menyepakati kerangka kerja teknis awal untuk penurunan bertahap bea masuk sejumlah komoditas strategis.
Eskalasi Tarik Ulur Tarif Jelang 12 Agustus
Perundingan ini berlangsung di tengah ketegangan ekonomi yang meningkat akibat kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak perang dagang dimulai pada 2018.
Presiden Tiongkok dan AS sebelumnya telah melakukan pembicaraan telepon pada awal Juni dan menyetujui jeda tarif selama 90 hari, yang akan berakhir dua pekan lagi.
Baca Juga:
“Pertemuan di Stockholm ini krusial karena bertepatan dengan fase akhir masa tenggang,” kata Philippe Monnier, ekonom senior Swiss dan mantan direktur GGBa.
“Jika tidak ada keputusan konkrit, kita bisa melihat gelombang tarif baru yang akan mengguncang pasar global.”
Swedia Ambil Peran sebagai Mediator Netral
Keputusan untuk memilih Swedia sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.
Negara Nordik ini dikenal netral secara geopolitik, sekaligus memiliki hubungan dagang yang solid dengan baik AS maupun Tiongkok.
Baca Juga:
Lonjakan Nilai Belanja Pasca-Lomba Maraton di Sanya Cerminkan Kebangkitan Tren “Racecation”
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, menyambut langsung delegasi dua negara di Rosenbad dan menyebut forum ini sebagai “tonggak positif” dalam dialog ekonomi global.
“Diskusi ini bukan hanya penting bagi Tiongkok dan AS, tetapi berdampak langsung pada stabilitas perdagangan internasional dan pertumbuhan dunia,” kata Kristersson melalui akun media sosial X.
Dunia Usaha Sambut Positif Dialog Dagang
Ulf Pehrsson, Ketua Dewan Perdagangan Swedia-Tiongkok, mengatakan bahwa dialog tersebut membawa harapan nyata bagi dunia usaha.
“Banyak perusahaan Swedia yang bergantung pada rantai pasok lintas negara, dan ketidakpastian tarif telah mengganggu perencanaan jangka panjang,” ujarnya.
Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah rasional yang akan meredakan kekhawatiran para investor global.
Sementara itu, di luar gedung pertemuan, wartawan dan pengamat dari lebih 20 negara memadati area Rosenbad, mencerminkan besarnya atensi dunia terhadap peristiwa ini.
Baca Juga:
Rokid dan Ant International Umumkan Integrasi Fitur Pembayaran Kacamata Pintar
Astronergy Luncurkan ASTRO N7 Pro dengan Performa Berstandar Profesional
Hisense Luncurkan 116UXS and XR10, RGB MiniLED Menuju Era Baru di CES 2026
Fokus: Harmonisasi Tarif dan Penguatan Transparansi
Sumber diplomatik menyebutkan bahwa fokus utama perundingan di Stockholm adalah:
1. Penurunan tarif atas produk elektronik dan komponen semikonduktor
2. Nomalisasi bea masuk pertanian
3. Pembentukan forum dialog teknis terkait regulasi ekspor
4. Protokol transparansi bea dan kepabeanan
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng memimpin langsung delegasi masing-masing.
Dalam foto yang dirilis oleh Xinhua, keduanya tampak berjabat tangan sebelum masuk ke ruang dialog tertutup.
Komentar Global: “Lebih Baik Dirundingkan daripada Dibiarkan Memburuk”
Jan Knoerich, dosen senior ekonomi politik di King’s College London, menyatakan bahwa meskipun perbedaan struktural masih dalam, proses dialog harus terus berjalan.
“Perundingan seperti ini tidak akan menghasilkan perubahan drastis dalam semalam, tetapi bisa menghindari disrupsi besar jika dijaga dengan semangat saling pengertian,” jelasnya.
Lembaga penyiaran Finlandia, Yle, menyebut pertemuan Stockholm sebagai “indikasi nyata bahwa dua kekuatan ekonomi sedang berupaya membuka saluran komunikasi yang lebih stabil.”
Tantangan ke Depan: Menjembatani Sistem yang Bertolak Belakang
Meskipun hasil positif telah dicapai, analis memperingatkan bahwa tantangan utama adalah mengatasi perbedaan sistemik antara model ekonomi pasar AS dan model ekonomi negara Tiongkok.
“Masalah seperti perlindungan kekayaan intelektual, subsidi industri, dan akses pasar akan tetap jadi duri dalam negosiasi,” ujar Dr. Linda D. Hsiung, analis senior di East Asia Policy Institute.
Namun, ia menegaskan bahwa hanya dengan forum semacam ini, solusi jangka panjang bisa disusun.
Dunia Menggantungkan Harapan pada Stockholm
Pertemuan Stockholm memberi sinyal bahwa perundingan ekonomi bukan hanya alat penyelesaian sengketa bilateral, tetapi juga menjadi barometer stabilitas global.
Seiring mendekatnya batas waktu tarif 12 Agustus, seluruh mata kini tertuju pada langkah lanjutan kedua negara.
“Semoga ini bukan sekadar sesi pencitraan diplomatik, tetapi titik balik menuju era baru kerja sama dagang,” ujar seorang turis asal Australia di luar kompleks Rosenbad.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center



















