INFOESDM.COM – Universitas Darma Persada, perguruan tinggi yang memiliki program S2 Energi Terbarukan menandatangani perjanjian kerja sama dengan start-up company comestoarra.com.
Menurut Rektor UNSADA, Dr. Trimarjoko bahwa salah satu kerja sama yang dilakukan ini adalah pengembangan distributed hybrid renewable energy technology.
Saat ini start-up company comestoarra telah mengembangkan mini gasifier untuk mengonversi pelet biomassa/RDF/SRF menjadi syntetic gas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syntetic gas ini dapat dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar solar pada mesin genset dan dimanfaatkan sebagak energi untuk memasak.
Sebagai start-up company, comestoarra cukup aktif melakukan inovasi dan pembuatan sejumlah prototype.
Melalui kerja sama ini, diharapkan prototype tersebut dapat disempurnakan hingga dikomersialisasikan.
Menurut Riki Ibrahim, dosen program S2 ET bahwa universitas Darma Persada mendukung hal tersebut mengingat para pendirinya adalah para alumni yang bersekolah di Jepang.
Baca Juga:
Universitas Darma Persada dikelola oleh Yayasan Melati Sakura yang bernaung di bawah perhimpunan persahabatan Indonesia-Jepang yang dipimpin oleh Dr. Rachmat Gobel.
Salah satu konsep kerja sama kedua belah pihak ini adalah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang energinya berasal dari energi terbarukan.
Realisasi aplikasi teknologi di lapangan sangat menuntungkan mahasiswa dan Indonesia, ujar Riki Ibrahim.
Menurut CEO start-up company comestoarra.com, Arief Budi kendaraan listrik tidak bisa dikatakan “green” bila energi yang digunakan untuk charging masih berasal dari fosil.”
Baca Juga:
Lonjakan Nilai Belanja Pasca-Lomba Maraton di Sanya Cerminkan Kebangkitan Tren “Racecation”
Menurut Arief, saatnya gasifikasikan sampah organik dan residu biomassa, kembangkan pv solar dan small scale wind turbine, dan dukung teknologi batrai dalam suatu konsep hybrid technology.
“Saya selalu percaya kata kata penggagas listrik kerakyatan,” katanya.
Sedangkan Doktor Supriadi Legino mantan Rektor ISTN PLN mengatakan bahwa 1000×1 = 1×1000.
“Jadi bersama Universitas Darma Persada, saya yakin konsep ini akan berkembang pesat dan direalisasikan bukan hanya di Indonesia, tapi dunia,” kata Supriadi.***













