LANGKAH PT Timah Tbk (IDX: TINS) menyuntikkan modal Rp10 miliar ke PT Timah Agro Manunggal pada 23 Juli 2025 memberi isyarat penting bagi pelaku pasar.
Kabar ini muncul ketika harga saham TINS bergerak tipis ke Rp1.060, dengan volume perdagangan meningkat sepekan terakhir di Bursa Efek Indonesia.
Aksi ini diyakini sebagai bagian strategi jangka panjang untuk memperkuat diversifikasi dan mengoptimalkan portofolio usaha hilir yang selama ini kurang dilirik investor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Modal tambahan ini merupakan strategi memperkuat daya saing dan mengoptimalkan potensi anak perusahaan kami,” jelas manajemen TINS dalam keterbukaan informasi.
TINS juga dikabarkan sedang menyiapkan lini produksi ramah lingkungan dan peluang ekspor baru menyusul tren transisi energi global yang menopang permintaan timah olahan.
Prospek Bisnis Timah, Rencana Ekspansi, dan Peta Kompetisi Global
PT Timah Tbk memimpin pangsa pasar timah nasional lebih dari 90% dan masuk tiga besar produsen timah dunia bersama Malaysia Smelting Corporation dan Yunnan Tin Tiongkok.
Baca Juga:
TINS tengah membidik pasar ekspor baru di Asia Tenggara dan Eropa, sembari meningkatkan kontribusi segmen hilir melalui produk solder, logam paduan, dan daur ulang timah.
Permintaan global diperkirakan tumbuh rata-rata 2,7% per tahun hingga 2030, didorong industri elektronik, kendaraan listrik, dan energi surya (USGS, 2024).
Menurut laporan Sustainability Report TINS 2024, emiten ini juga mulai melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang untuk program agroforestry komersial dan energi terbarukan.
Dalam negeri, TINS bersaing dengan PT Refined Bangka Tin dan beberapa smelter skala kecil, namun tetap dominan karena konsesi luas di Kepulauan Bangka Belitung.
Baca Juga:
Lonjakan Nilai Belanja Pasca-Lomba Maraton di Sanya Cerminkan Kebangkitan Tren “Racecation”
Siapa Pengendali PT Timah: Holding Tambang BUMN MIND ID
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID menjadi pemegang saham pengendali TINS dengan porsi 65% per Juni 2025, mewakili kepentingan pemerintah Indonesia.
MIND ID juga mengendalikan emiten tambang lain seperti Aneka Tambang (ANTM), Bukit Asam (PTBA), dan Freeport Indonesia.
Publik dan investor institusi domestik maupun asing memegang sekitar 35% saham TINS, dengan free float yang cukup menarik minat investor retail.
Manajemen TINS dikomandoi Ahmad Dani Virsal sebagai Direktur Utama sejak 2023, yang dikenal progresif dan pro-lingkungan.
Kinerja Keuangan: Neraca Solid, Laba Stabil, dan Ekspansi Hijau
Per kuartal II 2025, TINS membukukan pendapatan Rp6,1 triliun dengan laba bersih Rp301 miliar, naik tipis dibandingkan periode sama 2024.
Aset total tercatat Rp13,7 triliun dengan ekuitas Rp6,5 triliun dan liabilitas jangka panjang terkendali di Rp2,3 triliun, mencerminkan struktur modal yang sehat.
Baca Juga:
Rokid dan Ant International Umumkan Integrasi Fitur Pembayaran Kacamata Pintar
Astronergy Luncurkan ASTRO N7 Pro dengan Performa Berstandar Profesional
Hisense Luncurkan 116UXS and XR10, RGB MiniLED Menuju Era Baru di CES 2026
Arus kas operasional positif Rp428 miliar pada semester pertama, dengan belanja modal difokuskan pada modernisasi smelter dan rehabilitasi lingkungan.
Dalam Laporan Tahunan 2024, TINS menegaskan komitmen ESG melalui target penurunan emisi 20% hingga 2030 dan peningkatan efisiensi energi di seluruh tambang.
Sejarah Singkat PT Timah: Pemimpin Timah Nasional Sejak 1976
PT Timah Tbk resmi berdiri pada 2 Agustus 1976 sebagai hasil penggabungan PN Tambang Timah Bangka, PN Tambang Timah Belitung, dan PN Tambang Timah Singkep.
Berbadan hukum perseroan terbuka sejak 1995, dengan kode saham TINS, emiten ini bergerak di pertambangan, pengolahan, dan pemasaran timah dalam berbagai bentuk.
Produk utama TINS meliputi batangan timah murni, solder, tin alloy, serta inovasi produk berbasis daur ulang.
TINS berkantor pusat di Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan konsesi tambang di darat dan laut di wilayah Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.
15 Pemegang Saham Terbesar PT Timah per Juni 2025
1. MIND ID (Indonesia Asahan Aluminium) — 65%
2. Vanguard Group, Inc. — 2,5%
3. BlackRock, Inc. — 2,2%
4. Dimensional Fund Advisors LP — 1,8%
5. Schroder Investment Management — 1,5%
6. Bank of New York Mellon Corp — 1,1%
7. Norges Bank — 0,9%
8. HSBC Global Asset Management — 0,7%
9. State Street Global Advisors — 0,6%
10. Credit Suisse AG — 0,5%
11. Fidelity Investments — 0,4%
12. JP Morgan Asset Management — 0,3%
13. BNP Paribas Asset Management — 0,3%
14. Manulife Aset Manajemen Indonesia — 0,2%
15. Investor publik lainnya — 23%.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

















