PT PERTAMINA Hulu Energi (PHE) mencatatkan kinerja impresif di semester I tahun 2025 dengan torehan produksi migas mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Langkah strategis ini dinilai penting dalam menjamin ketersediaan energi nasional di tengah tantangan transisi energi dan fluktuasi pasar global.
PHE, sebagai Subholding Upstream Pertamina, mencatat produksi minyak harian sebesar 557 ribu barel dan produksi gas 2.798 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan wujud konsistensi PHE dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.
“PHE akan terus semangat menggali potensi dan kekuatan guna mendukung target produksi nasional dan pasokan energi dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Rabu (31/7/2025).
Eksplorasi dan Injeksi Ulang Jadi Jurus Utama Genjot Produksi
Capaian produksi ini tidak lepas dari kegiatan masif pengeboran yang dijalankan PHE hingga pertengahan tahun ini.
Baca Juga:
Sebanyak 404 sumur pengembangan selesai dibor, didukung 628 aktivitas workover dan 18.714 kegiatan well services di berbagai wilayah kerja.
Dalam ranah eksplorasi, PHE menyelesaikan pengeboran delapan sumur baru dan mencatatkan tambahan sumber daya 2C sebesar 804 juta barel setara minyak (MMBOE).
Sebagai hasil dari validasi eksplorasi, PHE juga memperoleh tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 63 juta barel setara minyak.
Beberapa lokasi eksplorasi strategis antara lain berada di wilayah onshore Jawa Barat (sumur EPN-002) serta wilayah kerja baru hasil lelang 2024 seperti WK Melati dan WK Binaiya.
Baca Juga:
Lonjakan Nilai Belanja Pasca-Lomba Maraton di Sanya Cerminkan Kebangkitan Tren “Racecation”
Inovasi Berbasis ESG dan Teknologi Tingkatkan Nilai Tambah Produksi
Selain strategi pengembangan konvensional, PHE juga memperluas pendekatan teknologi dalam kegiatan Enhanced Oil Recovery (EOR).
Langkah ini terlihat dari implementasi injeksi uap pertama (steamflood) di Lapangan North Duri Development (NDD) Area-14 serta proyek surfaktan sederhana (SSF) tahap I di Balam South.
Tak hanya itu, uji coba injeksi CO₂ antar sumur (interwell) di Lapangan Sukowati turut memperkuat arah kebijakan eksplorasi yang lebih berkelanjutan.
“EOR dan CCS adalah masa depan industri hulu yang bertanggung jawab. PHE sudah bergerak ke arah sana,” jelas Awang.
Pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) pun menjadi prioritas, dengan rencana dua hub utama dan satelit penyimpanan berkapasitas hingga 7,3 Giga ton karbon.
Targetnya, teknologi ini mampu berkontribusi pada pengurangan emisi sektor energi hingga 68 persen pada tahun 2060.
Baca Juga:
Rokid dan Ant International Umumkan Integrasi Fitur Pembayaran Kacamata Pintar
Astronergy Luncurkan ASTRO N7 Pro dengan Performa Berstandar Profesional
Hisense Luncurkan 116UXS and XR10, RGB MiniLED Menuju Era Baru di CES 2026
Proyek Strategis Disiapkan On-stream di Semester Kedua
Memasuki paruh kedua tahun ini, PHE siap mengalirkan sejumlah proyek strategis yang digadang-gadang memperkuat suplai energi nasional.
Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG EP) akan mulai beroperasi dengan kapasitas pengolahan 9.000 barel cairan dan 22 juta kaki kubik gas per hari.
Sementara itu, Proyek Sisi Nubi ditargetkan meningkatkan produksi gas dan kondensat dengan kapasitas desain mencapai 30 MMSCFD per platform.
Lapangan OO-OX juga akan segera menyusul, dengan potensi tambahan produksi minyak sebesar 2.996 BOPD dan gas sebesar 21,26 MMSCFD.
Tak kalah penting, proyek Chemical EOR (CEOR) Lapangan Minas Area A Stage-1 juga dipersiapkan, dengan estimasi peningkatan recovery factor hingga 22 persen.
Komitmen Nasionalisme Energi dan Tata Kelola yang Bersih
Di balik ekspansi dan inovasi teknologi, PHE tetap menekankan pentingnya nasionalisme energi dan tata kelola korporat yang bersih.
Capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang dan jasa PHE hingga pertengahan tahun ini mencapai 63,29 persen.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen PHE dalam mendukung industri dalam negeri dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.
Dalam aspek tata kelola, PHE mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 guna menegakkan prinsip zero tolerance terhadap suap.
“PHE akan terus berinvestasi secara prudent dan profesional, sejalan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” tegas Awang Lazuardi.
Dengan semangat efisiensi dan keberlanjutan, PHE menegaskan posisinya sebagai aktor utama dalam menjaga kemandirian energi dan mengawal transisi energi Indonesia ke masa depan.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahbisnis.com dan Belanjaoke.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center


















