Pengamat Energi Dorong agar Pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Dipercepat

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat energi mendorong agar pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. (Pixabay.com/SgHO)

Pengamat energi mendorong agar pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. (Pixabay.com/SgHO)

INFOESDM.COM – Pengamat energi mendorong agar pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dapat dipercepat.

Tujuannya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan energi bersih di dalam negeri.

Pengamat energi yang juga Dosen Universitas Darma Persada Program S2 Energi Terbarukan Riki Ibrahim menyampaikan hal itu di Jakarta, Jumat (7/6/2024).

Dikutip dari Minergi.com, Riki menanggapi pembahasan dalam Energy Institute for Transition (EITS) Discussion Series 2024 yang belum lama digelar.

Menurut Riki, potensi sumber daya PLTMH/PLTA/PLTP di Sumatera, di Sulawesi dan Papua layak dipercepat pelaksanaannya, apabila sudah ada dalam RUPTL.

Kebijakan Kemeterian ESDM untuk memulai tender disana masih belum tampak dituangkan dalam Peraturan Menteri.

Sebagaimana paparan Pemenuhan Trilema Energi menuju ketahanan dan kemandirian nasional.

KESDM menurunkan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia pada tahun 2025 menjadi 17% – 19% dari sebelumnya yang ditargetkan sebesar 23%.

“Malah informasi Komisi Energi Nasional (KEN) targetnya diturunkan dari 23% ke 17%,” ujar Riki

Padahal, menurut Riki, tuntutan dunia terhadap penurunan emisi sangat didukung oleh seluruh insan energi terbatukan Indonesia yang berada di METI

Karena meningkatnya pertumbuhan EBT itu berarti semakin tinggi pemenuhan dari ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Diketahui, sejumlah topik mengemuka dalam EITS Discussion Series 2024: “Transformasi Hijau Menuju Masa Depan Energi yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan”, di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024.

Misalnya, saat ini dunia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan energi yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pengembangan energi terbarukan (EBT) seperti matahari, angin, air, dan panas bumi adalah langkah solutif untuk menjawab tantangan tersebut.

Namun pengembangannya juga tak mudah, termasuk minimnya ketersediaan infrastruktur, teknologi dan kebutuhan dana investasi yang relatif lebih besar ketimbang energi fosil.

Hat tersebut kerap menjadi batu sandungan dalam mengakselerasi pengembangan EBT terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Harianekonomi.com dan Infoekonomi.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloupdate.com dan Apakabarbogor.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Berita Terkait

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan Negara yang Berpengalaman Soal Pengembangan Teknologi Nuklir
PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR) Guna Kurangi Limbah Industri
Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri Tegaskan Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi
PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun, Lebih Besar dari RKAP
Impllementasi Biodiesel 40 Persen, Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit
Retno Marsudi Tanggapi Penunjukan Dirinya Sebagai Direktur Non Eksekutif Perusahaan Energi Gurīn Energy
Hanasta Power Akhirnya Siap Lanjutkan Proyek PLTP Galunggung Lewat PT Energi Kinan Internasional
Targetkan Indonesia Jadi Penentu Harga Sawit Dunia, Wamentan Sudaryono: B50 Jadi Alat Bargaining Kita

Berita Terkait

Selasa, 11 Maret 2025 - 14:34 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan Negara yang Berpengalaman Soal Pengembangan Teknologi Nuklir

Sabtu, 8 Maret 2025 - 09:56 WIB

PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR) Guna Kurangi Limbah Industri

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:32 WIB

Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri Tegaskan Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi

Kamis, 27 Februari 2025 - 08:34 WIB

PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun, Lebih Besar dari RKAP

Sabtu, 4 Januari 2025 - 14:06 WIB

Impllementasi Biodiesel 40 Persen, Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit

Berita Terbaru