Pasar Energi Waspadai Dampak Kasus Riza Chalid dan Pernyataan Hashim

Investigasi kontrak kilang Pertamina tarik perhatian investor, pentingnya tata kelola korporasi jadi agenda utama penguatan sektor energi nasional

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 21 Juli 2025 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha Hashim Djojohadikusumo. (Facebook.com @Hashim Djojohadikusumo)

Pengusaha Hashim Djojohadikusumo. (Facebook.com @Hashim Djojohadikusumo)

IMPLIKASI serius terhadap tata kelola bisnis minyak mentah nasional dan persepsi risiko investor asing, kasus dugaan korupsi yang menyeret Riza Chalid kembali menjadi sorotan pasar energi Indonesia.

Dalam pernyataan resmi terbaru, adik Presiden RI Prabowo, yaituu pengusaha Hashim Djojohadikusumo membantah secara tegas segala keterlibatannya dalam kasus hukum yang melibatkan Riza Chalid, salah satu pemain lama di bisnis migas Indonesia.

Pernyataan ini penting karena muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap transparansi kontrak-kontrak minyak dan persepsi tata kelola perusahaan negara yang menjadi perhatian investor global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak pernah ikut campur urusan hukum saudara Riza Chalid,” ujar juru bicara Hashim, Ariseno Ridhwan, dalam siaran pers resmi.

Kejelasan posisi para pelaku usaha senior ini menjadi krusial, seiring penyelidikan Kejaksaan Agung atas dugaan kerugian negara akibat kontrak kilang minyak yang dinilai merugikan PT Pertamina.

Investor asing dan pelaku pasar energi regional kini mencermati apakah penyelidikan ini dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola atau justru meningkatkan ketidakpastian regulasi di sektor energi Indonesia.

Penyelidikan Riza Chalid: Mengapa Pasar Energi Perlu Cermati Dampaknya

Penyelidikan Kejaksaan Agung terhadap Riza Chalid terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023 mengungkap dugaan praktik sewa terminal yang merugikan BUMN energi tersebut.

Investigasi awal menyebutkan kontrak-kontrak yang diduga terlalu mahal dan tidak kompetitif secara komersial.

Menurut laporan resmi Kejaksaan Agung Republik Indonesia, penyelidikan telah menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka, dengan dugaan pelanggaran terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Implikasi kasus ini lebih luas dibandingkan sekadar dugaan korupsi, karena melibatkan hubungan antara pemerintah, BUMN energi strategis, dan pemasok swasta di sektor energi yang mendukung sekitar 15% PDB nasional.

Investor regional telah lama menyoroti lemahnya transparansi dan kompleksitas birokrasi kontrak di sektor ini.

Sebagaimana dinyatakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia dalam laporan terbarunya.

“Kontrak minyak yang tidak kompetitif berdampak langsung pada biaya energi nasional, beban fiskal, dan daya saing industri.”

Klarifikasi Hashim: Investor Butuh Kepastian Tata Kelola Bisnis Energi

Hashim Djojohadikusumo, seorang investor kawakan yang dikenal aktif di sektor energi, keuangan, dan agribisnis, menyatakan bahwa ia tidak pernah mengutus siapa pun untuk bernegosiasi atau terlibat dalam penyelesaian kasus hukum Riza Chalid.

Penegasan ini penting bagi kredibilitasnya sebagai tokoh bisnis yang memiliki portofolio luas, termasuk investasi pada komoditas strategis.

Menurut siaran pers yang dirilis, pihak Hashim menyebut bahwa “setiap pihak yang mengaku mewakili Hashim dalam berhubungan dengan Riza Chalid, tanpa mandat resmi, tidak memiliki hubungan apapun dengan beliau”

Bagi investor internasional yang mempertimbangkan eksposur ke pasar energi Indonesia, konsistensi dan kredibilitas para pemain kunci menjadi faktor penentu.

Sebuah laporan Bank Dunia bahkan menyebut bahwa tata kelola sektor energi Indonesia berada pada peringkat bawah di antara negara-negara G20 dalam hal transparansi kontrak publik.

Apa Implikasi Kasus Ini Bagi Portofolio Energi Dan Daya Saing Indonesia

Kasus ini menunjukkan pentingnya memperkuat transparansi kontrak BUMN energi Indonesia, terutama di tengah tren global menuju transisi energi dan meningkatnya permintaan energi bersih.

Sektor energi Indonesia masih sangat bergantung pada minyak bumi dan gas, namun sekaligus ingin menarik investasi di energi terbarukan.

Jika tidak dikelola dengan baik, kasus ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif investor, meningkatkan premi risiko negara, dan berdampak pada biaya pembiayaan proyek-proyek energi strategis di masa mendatang.

Laporan Moody’s Investors Service pada kuartal kedua 2025 menyebut bahwa “peningkatan ketidakpastian regulasi di sektor energi dapat melemahkan peringkat kredit BUMN energi Indonesia”.

Sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional, PT Pertamina memegang peranan penting dalam memastikan stabilitas pasokan energi dan pendapatan negara dari sektor migas.

Maka, efektivitas penyelidikan ini dalam memperbaiki tata kelola akan menjadi penentu utama persepsi pasar dalam jangka menengah.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Momentum Reformasi Tata Kelola Energi Dan Kepastian Hukum Investasi

Dengan meningkatnya tekanan global terhadap prinsip environmental, social, and governance (ESG), kasus hukum yang melibatkan kontrak energi semakin diawasi ketat oleh komunitas investor internasional.

Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kasus ini sebagai momentum untuk memperkuat reformasi tata kelola di sektor energi dan meningkatkan kredibilitas regulasi investasi.

Dalam pernyataannya, Ariseno Ridhwan menambahkan bahwa Hashim tetap berkomitmen mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola bisnis di sektor energi secara transparan dan profesional.

“Pak Hashim percaya bahwa tata kelola yang baik akan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” katanya.

Investor asing kini menunggu langkah pemerintah berikutnya, termasuk apakah hasil penyelidikan akan diikuti reformasi kontrak dan pembenahan regulasi yang lebih pro-investasi.

Kredibilitas pemerintah dalam menangani kasus ini dapat menjadi penentu apakah Indonesia mampu menarik kembali modal asing jangka panjang ke sektor energi strategis.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

 

Berita Terkait

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
Teknologi Tetap Menarik, Investor Optimis Meski CSA Index Turun
Tren Press Release Galeri Foto Perkuat Branding Dan Transparansi
BUMI Resources Berjuang Tekan Utang, Investor Besar Tetap Tambah Koleksi Saham
Flare Gas Jadi Bahan Bakar Rig, Langkah Hijau Pertamina Drilling
PLN dan Pertamina Bersatu Bangun 19 Pembangkit Geothermal, Danantara Jadi Jembatan
AS Jadi Pemasok Energi Utama Indonesia, Timur Tengah Tak Lagi Monopoli

Berita Terkait

Jumat, 21 November 2025 - 09:45 WIB

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Sabtu, 13 September 2025 - 12:24 WIB

Teknologi Tetap Menarik, Investor Optimis Meski CSA Index Turun

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:18 WIB

Tren Press Release Galeri Foto Perkuat Branding Dan Transparansi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:49 WIB

BUMI Resources Berjuang Tekan Utang, Investor Besar Tetap Tambah Koleksi Saham

Berita Terbaru