INFOESDM.COM – Peresmian dua smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan PT Freeport Indonesia membuktikan adanya hilirisasi dengan investasi yang besar.
Smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, dan PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur.
Investasi pembangunan smelter di PT Amman (AMNT) mencapai Rp21 triliun dengan kapasitas produksi hingga 900 ribu konsentrat tembaga.
Sementara itu, investasi pembangunan smelter PT Freeport Indonesia juga tidak kalah besarnya, yakni mencapai Rp56 triliun dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton konsentrat tembaga.
Baca Juga:
Media Ekonomi dan Bisnis Siap Mempublikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatann Seremoni Anda!
Seperti fajar yang menyingsing di ufuk timur, semoga Lebaran ini membawa cahaya yang makmur
RUPST BTN, Dirjen Pajak Jadi Komisaris Utama dan Nixon L.P Napitupulu Dipertahankan Jadi Dirut
Dalam keterangannya, Presiden Jokowi merinci smelter milik PT Amman dan Freeport Indonesia keduanya memiliki kapasitas produksi yang besar dengan nilai investasi yang juga fantastis.
“Jadi apa yang sering saya sampaikan, hilirisasi, pembangunan smelter itu sekarang betul-betul ada dan memang besar sekali, bisa dilihat sendiri, ya,” kata Presiden Jokowi.
Jokowi menyampaikan saat memberikan keterangan usai meresmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Provinsi Jawa Timur, di Jakarta, Senin (23/9/2034).
Setelah meresmikan dua smelter pada Senin, Presiden Jokowi juga dijadwalkan meresmikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).
Smelter milik PT Borneo Alumina Indonesia itu berlokasi di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
“Besok pada Selasa (24/9/2024) pagi juga akan kita resmikan smelter untuk bauksit yang menghasilkan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat,” kata Presiden.
Presiden pun meyakini pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki fasilitas pemurnian atau smelter untuk tembaga, emas, nikel dan produksi tambang lainnya.
Hilirisasi dari pembangunan smelter ini diharapkan agar Indonesia menjadi produsen mandiri untuk berbagai produk turunan.
Baca Juga:
Kasus Jual Beli Gas, KPK Periksa Mantan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati Sebagai Saksi
Termasuk 3 Perusahaan Energi,25 Perusahaan Besar dengan Aset di atas Rp250 Miliar dalam Antrean IPO
“Dan memang harus secepatnya diturunkan pada produksi-produksi turunan sehingga betul-betul kita bisa menjadi produsen kabel.”
“Produsen alat suntik, produsen aluminium, semuanya bisa kita produksi sendiri, mandiri,” kata Presiden.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisnews.com dan Pangannews.com
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabarindonesia.com dan Bintangnews.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)
Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.