INFOESDM.COM — Pihak berwenang mengatakan empat pekerja Yaman tewas pada Jumat (26/4/2024).
Dalam serangan pesawat nirawak atau drone di kompleks gas milik Emirat di wilayah otonomi Kurdistan utara Irak.
Kompleks Khor Mor milik perusahaan Uni Emirat Arab, Dana Gas, telah diserang beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, tetapi serangan drone pada Jumat adalah serangan mematikan pertama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Empat pekerja Yaman tewas dan lapangan minyak rusak parah,” kata juru bicara pemerintah daerah Kurdistan, Peshawa Hawramani.
“Dia mengatakan serangan itu akan menyebabkan “pemadaman listrik.”
“Serangan berulang-ulang ini harus dihentikan,” tambah Hawramani.
Dia meminta pemerintah federal di Baghdad untuk “menemukan pelaku aksi teroris ini.”
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Pasukan keamanan Irak mengatakan mereka membentuk komite investigasi untuk menyelidiki serangan itu, dan bertekad akan menghukum “agresor”.
Sebuah drone menghantam lokasi sekitar pukul 18.45. waktu setempat (1545 GMT), kata Ramak Ramadan, Bupati Chamchamal, lokasi kompleks Khor Mor berada.
Dia mengatakan serangan itu menargetkan tangki penyimpanan bahan bakar.
Serangan itu mengganggu pasokan gas ke pembangkit listrik di wilayah tersebut, mengakibatkan kehilangan daya listrik sebesar 2.500 megawatt, kata otoritas listrik setempat.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan dan memulihkan pasokan gas, imbuh otoritas listrik itu, dalam sebuah pernyataan.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Pihak berwenang Kurdi mengecam serangan itu dan meminta pemerintah federal di Baghdad mencari cara untuk mencegah serangan lebih lanjut.
“Serangan-serangan ini mengancam perdamaian dan stabilitas negara,” kata Presiden regional Nechirvan Barzani.
Barzani mendesak pemerintah federal di Baghdad untuk “melakukan tugas mereka dalam menghentikan serangan-serangan ini, menemukan pelaku apa pun afiliasinya, dan menghukum mereka.”
Lapangan gas yang diserang terletak di antara Kota Kirkuk dan Sulaymaniyah, di wilayah yang dikelola oleh otoritas Kurdi.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Demikian, sebagaimana dikutip dari laman resmi VOA Indonesia.***
















