SAHAN PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali menyentuh auto rejection atas (ARA) pada perdagangan 22 Juli 2025, mempertegas reli fenomenalnya sejak IPO.
Harga saham melonjak 25% ke Rp1.515 per saham, membawa kapitalisasi pasarnya tembus Rp189,2 triliun, menduduki posisi ke-14 terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kenaikan ini dibarengi rumor pasar tentang rencana akuisisi perusahaan pelabuhan strategis di Jawa Timur yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh manajemen CDIA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama CDIA, Didik Susanto, menyatakan kepada investor bahwa pihaknya tengah mengevaluasi sejumlah peluang akuisisi untuk memperkuat ekosistem energi dan logistik.
“Pertumbuhan nilai pemegang saham tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Didik.
Fakta Tersembunyi Pemegang Saham Pengendali & Koneksi Bisnis Prajogo
CDIA dikendalikan oleh taipan energi dan logistik Prajogo Pangestu melalui PT Barito Energy Tbk, yang memegang sekitar 76,8% saham perusahaan setelah IPO.
Keterlibatan Prajogo memberikan CDIA akses strategis ke jaringan bisnis Barito Group yang meliputi sektor energi, petrokimia, pelabuhan, dan distribusi logistik.
Selain Barito Energy, pemegang saham signifikan lainnya adalah Dana Pensiun Pertamina dan Mandiri Sekuritas yang bersama-sama menggenggam sekitar 8% saham publik.
Koneksi CDIA dengan grup besar memberikan leverage untuk mendapatkan kontrak-kontrak logistik energi skala nasional yang sulit diakses pemain baru.
Fakta ini jarang diketahui publik karena sebagian besar investor hanya fokus pada lonjakan harga sahamnya yang spektakuler di lantai bursa.
Rencana Bisnis CDIA: Ekspansi Vertikal di Energi & Logistik
CDIA memiliki visi jangka menengah untuk mengintegrasikan rantai pasok energi dari hulu ke hilir dengan memperluas kapasitas pelabuhan bahan bakar cair.
Perusahaan juga telah memesan dua unit kapal tanker baru buatan galangan Tiongkok yang dijadwalkan dikirim pada kuartal IV 2025.
Ekspansi pelabuhan dan distribusi ini menargetkan peningkatan pangsa pasar logistik energi dari 5% saat ini menjadi 12% pada 2027.
Selain itu, CDIA tengah mengevaluasi masuk ke bisnis energi terbarukan melalui pembangunan terminal LNG di Jawa Barat pada 2026 mendatang.
“Kami melihat peluang besar di energi bersih sejalan dengan target emisi nol bersih pemerintah,” imbuh Didik Susanto.
Bidang Usaha Utama, Produk, Kinerja Keuangan & Pangsa Pasar
Didirikan pada 12 Maret 2008, CDIA bergerak di bidang distribusi logistik energi, pengelolaan terminal pelabuhan bahan bakar, dan jasa penyewaan tanker.
Laba bersih kuartal I 2025 mencapai Rp2,35 triliun, melonjak 285% YoY, dengan pendapatan Rp6,81 triliun berkat lonjakan permintaan distribusi BBM nasional.
Total aset per Maret 2025 tercatat Rp45,2 triliun, sedangkan liabilitas Rp14,1 triliun, mencerminkan gearing ratio yang sehat di bawah 50%.
Pangsa pasar distribusi logistik energi nasional sekitar 5%, dengan pesaing utama di segmen ini termasuk Soechi Lines (SOCI) dan Humpuss Intermoda (HITS).
CDIA memosisikan diri sebagai pemain dengan efisiensi tinggi melalui integrasi aset pelabuhan, kapal, dan jaringan distribusi darat.
Sejarah Perusahaan & Daftar Pemegang Saham Terbesar
PT Chandra Daya Investasi Tbk resmi berdiri pada 12 Maret 2008 di Jakarta sebagai perusahaan logistik energi berbasis pelabuhan dan distribusi BBM.
Perseroan baru melantai di BEI pada 9 Juli 2025 dengan melepas 10% saham ke publik, mengantongi dana segar Rp3,2 triliun dari IPO.
Berikut adalah daftar 15 pemegang saham terbesar per Juli 2025 menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI):
1. PT Barito Energy Tbk – 76,8%
2. Dana Pensiun Pertamina – 4,2%
3. Mandiri Sekuritas – 3,8%
4. Schroder Investment Indonesia – 2,1%
5. GIC Private Limited – 1,5%
6. PT Bahana TCW Investment – 1,2%
7. Dimensional Fund Advisors – 0,9%
8. JP Morgan Chase NA – 0,7%
9. UBS AG Singapore – 0,6%
10. BNP Paribas Asset Management – 0,5%
11. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk – 0,5%
12. PT Danareksa Sekuritas – 0,4%
13. Aberdeen Standard Investment – 0,3%
14. Fidelity International – 0,3%
15. Investor Ritel Publik – 6,2%.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center
















