Kementerian ESDM Tanggapi Pernyataan Mendag Zulkifli Hasan Terkait Soal Temuan Kecurangan Gas LPG 3 Kg

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 27 Mei 2024 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengawasan terhadap SPBBE sudah dilakukan berlapis.oleh Kementerian ESDM, Pertamina, dan Kemendag. (Dok. Pertamiña.com)

Pengawasan terhadap SPBBE sudah dilakukan berlapis.oleh Kementerian ESDM, Pertamina, dan Kemendag. (Dok. Pertamiña.com)

INFOESDM.COM – Kementerian ESDM memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Mendag Zulkifli Hasan Soal Temuan Kecurangan Gas LPG 3 Kg

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kementerian ESDM menyebut perlu ada pembuktian lebih lanjut terkait dugaan praktik kecurangan berupa pengurangan isi tabung gas LPG 3 kilogram (kg).

Kepala Biro Komunikasi, Informasi Layanan Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan hal itu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (26/5/2024)

“Jadi belum bisa dikatakan sebagai kecurangan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) dengan adanya temuan Kemendag,” kata Agus.

Agus menilai, istilah yang pas yang dapat digunakan terhadap temuan dari Kemendag itu adalah tidak tepat atau tidak pas isi tabungnya.

Agus menyampaikan bahwa pengawasan terhadap SPBBE sudah dilakukan berlapis.

Yakni oleh Kementerian ESDM, Pertamina, dan Kemendag terkait masalah alat pengisian yang digunakan apakah sesuai dengan aturan atau tidak.

Artinya, menurut Agus, harus memenuhi unsur tepat ukurannya.

“Kalau tidak (tepat), maka harus ada kalibrasi ulang terhadap alat tersebut oleh Kemendag,” ujarnya.

Agus menjelaskan, alat pengisian di SPBBE memiliki sistem semi otomatis.

Maka, untuk mengetahui beratnya pas atau tidak, menurut Agus, perlu ada timbangan di setiap pangkalan, agen, hingga pengecer.

Sehingga, Agus mengatakan, jika berat total dari tabung tersebut tidak mencapai 8 kg yakni tabung 5 kg dan gas 3 kg, maka gas LPG tersebut bisa dikembalikan.

https://infoesdm.com/wp-admin/options-general.php?page=ad-inserter.php#tab-11

“Termasuk masyarakat, juga bisa lebih kritis untuk ikut mengawasi dengan menimbang di agen ketika membeli.”

“Atau jika ada keluhan gasnya cepat habis dari biasanya bisa melaporkan lokasinya di mana untuk dicek.”

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Bisa lapor ke call center Kementerian ESDM 136 atau Pertamina 135,” katanya.***

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan menemukan volume gas LPG 3 kg tidak sesuai.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya dugaan pengurangan sebesar 200-700 gram.

Zulhas mengungkapkan, pihaknya menemukan ada 11 SPBBE yang gas 3 kg kurang beratnya. 11 titik itu tersebar di Jakarta, Tangerang, hingga Bandung.***

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Berita Terkait

PT Pertamina Hulu Indonesia Ungkap 4 Strategi Dukung Produksi Migas, Salah Satunya Optimalisasi Baseline
Dua dari 5 Temuan Cadangan Gas Terbesar Dunia Ada di Indonesia, Potensi Sumber Daya Gas Bumi Meimpah
Bappenas dan Pertamina Teken PKS, Kembangkan Kebijakan Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi
Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Etanol Asal Brasil, Jokowi: Pertamina Telah Kalkulasi Bisnisnya
Kerja Sama Teknologi Pembangkit Lisrik Gas Suar PT Pertamina Hulu Rokan Gandeng PT Aggreko Energi Services
Segera Usut Tuntas, Persoalan Tabung Berkarat dan Isi Tabung Gas LPG Subsidi 3 Kg yang Dicurangi
PT Pertamina Gas Komitmen Jaga Keandalan Jalur Pipa Transmisi Gas Semarang – Batang Sepanjang 62 Km
Banyak Juga Utang Pertamina Patra Niaga, Perlu Keseriuasan Pengelolaan BBM dan LPG Subsidi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:00 WIB

PT Pertamina Hulu Indonesia Ungkap 4 Strategi Dukung Produksi Migas, Salah Satunya Optimalisasi Baseline

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:05 WIB

Dua dari 5 Temuan Cadangan Gas Terbesar Dunia Ada di Indonesia, Potensi Sumber Daya Gas Bumi Meimpah

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:12 WIB

Bappenas dan Pertamina Teken PKS, Kembangkan Kebijakan Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:56 WIB

Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Etanol Asal Brasil, Jokowi: Pertamina Telah Kalkulasi Bisnisnya

Kamis, 6 Juni 2024 - 15:10 WIB

Kerja Sama Teknologi Pembangkit Lisrik Gas Suar PT Pertamina Hulu Rokan Gandeng PT Aggreko Energi Services

Selasa, 4 Juni 2024 - 10:33 WIB

Segera Usut Tuntas, Persoalan Tabung Berkarat dan Isi Tabung Gas LPG Subsidi 3 Kg yang Dicurangi

Selasa, 4 Juni 2024 - 10:07 WIB

PT Pertamina Gas Komitmen Jaga Keandalan Jalur Pipa Transmisi Gas Semarang – Batang Sepanjang 62 Km

Kamis, 30 Mei 2024 - 13:36 WIB

Banyak Juga Utang Pertamina Patra Niaga, Perlu Keseriuasan Pengelolaan BBM dan LPG Subsidi

Berita Terbaru