INFOESDM.COM – OTEC atau Ocean Thermal Energy Conversion merupakan teknologi yang memanfaatkan perbedaan suhu antara air laut permukaan yang hangat dan air laut dalam yang dingin untuk menghasilkan listrik.
Siklus ORC (Organic Rankine Cycle) sebagai bagian dari teknologi ini, memungkinkan konversi energi panas menjadi listrik.
Energi laut, khususnya melalui teknologi OTEC, dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Potensi energi laut di Indonesia diperkirakan mencapai ribuan megawatt, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Dengan efisiensi tinggi dan dapat bekerja pada suhu yang lebih rendah dibandingkan dengan siklus Rankine konvensional.
Mengingat potensinya yang besar dan relevansinya dengan upaya transisi energi yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
Apalagi pemerintah Indonesia sedang giat melakukan transisi energi menuju energi terbarukan.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dr. Muswar Muslim, S.T., M.Sc. menyampaikan hal tersebut dalam webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Energi Terbarukan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Darma Persada, belum lama ini.
Muswar Muslim membahas topik “Peluang dan Tantangan: Memaksimalkan Potensi Energi Laut Melalui Siklus ORC (Organic Rankine Cycle) dalam Teknologi OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).
Muswar Muslim menekankan bahwa pemanfaatan energi laut tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
Baca Juga:
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi daerah pesisir dan pulau-pulau terpencil.
“Pemanfaatan teknologi OTEC dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk kebutuhan energi di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.”
“Dan produk-produk sampingan selain listrik, juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar”, kata Dr. Muswar Muslim.
Dalam konteks transisi energi di Indonesia tentunya tidak terlepas dari keuntungan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, memiliki potensi energi laut yang sangat besar, namun, pemanfaatannya hingga saat ini masih sangat terbatas.
Program Studi Teknik Energi Terbarukan
Muswar Muslim menjelaskan webinar tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi.
Tetapi juga menjadi platform untuk menggarisbawahi peran penting teknologi energi laut dalam mendukung transisi energi di Indonesia.
Webinar itu membuka wawasan dan mengidentifikasi berbagai peluang serta tantangan dalam pengembangan energi laut, khususnya melalui teknologi OTEC.
Untuk masyarakat yang tertarik mendalami energi laut, khususnya teknologi OTEC dan siklus ORC, pendidikan menjadi kunci.
Program Studi Teknik Energi Terbarukan di Sekolah Pascasarjana Universitas Darma Persada menawarkan kurikulum yang komprehensif.
Program ini dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang di sektor energi terbarukan, khususnya energi laut.
“Sebagai bagian dari komitmen kami dalam pengembangan energi terbarukan, Sekolah Pascasarjana telah menyiapkan prototipe sederhana yang dapat digunakan dalam penelitian ORC.
Prototipe ini juga bisa diaplikasikan untuk teknologi OTEC, dengan fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis.
Tetapi juga pengalaman praktis yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi energi laut.***


















