INFOESDM.COM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjatuhkan sanksi kepada tujuh perusahaan tambang batu bara di Provinsi Jambi

Angkutan batu bara ketujuh perusahaan tersebut tidak boleh beroperasi hingga waktu tertentu.

Penyebabnya karena mereka tidak mau membayar dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Adapun ketujuh perusahaan tambang batu bara itu adalah sebagai berikut:

1. PT Kirana Graha Buana,
2. PT Terminalindo Idaman Permal,
3. PT Tamarona Mas Internasional,

4. PT Marga Perkasa,
5. PT Anugerah Alam Andalas Andalan,
6. PT Bumi Borneo Inti
7. PT Kasongan Mining Mills.

“Tujuh perusahaan tambang batu bara itu tidak menyalurkan dana CSR,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, Jumat, 17 Maret 2023.

Sehingga Kementerian ESDM memberikan sanksi tidak boleh beroperasi angkutan batu bara yang berada dalam perusahaan tersebut, kata Sudirman.

Sanksi surat pemberhentian beroperasi perusahaan tambang batu bara di Jambi berlaku sejak dikeluarkannya pada 13 Maret 2023 oleh Kementerian ESDM.

“Intinya pemberhentian sementara akun penjualan batu bara terkait penyaluran komitmen kontribusi (ke) Jambi, karena dia tidak memberikan kontribusi sampai waktu yang ditentukan”

“Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Kementerian ESDM) sudah mengeluarkan untuk pemberhentian sementara akun penjualan batu baranya,” kata Sudirman.

Terkait waktu skorsing yang diberikan oleh Kementerian ESDM itu, kata dia, di dalam surat tidak dituliskan sampai kapan, yang pasti perusahaan-perusahaan tersebut harus membayar kontribusi CSR terlebih dahulu.

“Yang jelas perusahaan tambang batu bara di Jambi harus bayar dulu baru nanti akan dipertimbangkan kembali oleh Kementerian ESDM,” kata Sekdaprov Jambi Sudirman.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.