Aset yang Dibangun KESDM dan Kemehub Senilai Rp4,18 Triliun Diminta PT Pertamina Sebagai PNM Non Tunai

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 3 Juli 2024 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Keuangan PT Pertamina Emma Sri Martini. (Dok. Pertamina.com)

Direktur Keuangan PT Pertamina Emma Sri Martini. (Dok. Pertamina.com)

INFOESDM.COM – PT Pertamina (Persero) mengajukan permohonan suntikan penyertaan modal negara (PMN) non tunai berupa barang milik negara (BMN) senilai Rp4,18 triliun.

Penyertaan modal pemerintah pusat (PMPP) yang diajukan itu terdiri atas aset jaringan gas bumi (jargas) dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) senilai Rp4,17 triliun.

Serta aset refuelling hydrant di depot pengisian pesawat udara (DPPU) senilai Rp12,45 miliar.

Jargas dan SPBG tersebut merupakan aset-aset yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2018–2021.

Sementara itu, refuelling hydrant DPPU merupakan aset milik Kementerian Perhubungan.

Aset tersebut berupa sarana dan fasilitas fuel hydrant di DPPU Juanda senilai Rp9,4 miliar dan DPPU Hasanuddin Rp3,04 miliar.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menjelaskan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (2/7/2024).

“Ini sarana prasarana untuk pengisian bahan bakar avtur di DPPU Bandara Juanda dan Hasanuddin.”

“Ini juga sudah difungsikan oleh rekan-rekan subholding,” kata Emma.

Emma menjelaskan bahwa jargas dan SPBG ini sudah menjadi PMN kepada Pertamina pada periode 2012–2023, dengan total nilai hampir Rp6 triliun.

Sebagian adalah aset DPPU dari Kemenhub dan sebagian besar merupakan jargas dan SPBG dari Kementerian ESDM.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Infrastruktur SPBG dan jargas ini tersebar paling banyak di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

https://infoesdm.com/wp-admin/options-general.php?page=ad-inserter.php#tab-11

Emma menuturkan, untuk sarana dan prasarana jargas dan SPBG terdiri atas 82 ruas jargas, 1 SPBG dan 1 paket infrastruktur pipa SPBG, yang kondisinya memerlukan perbaikan dan diperlukan penambahan investasi.

Pengelolaan atas BMN jargas dilakukan oleh subholding gas, yakni PGN.

Sedangkan untuk 1 unit SPBG beserta infrastruktur pipa pendukung masih dikelola Pertamina.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Kongsinews.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Ekspres.news dan Femme.id

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 08531555778808781555778808111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Menteri ESDM Arifin Tasrif Tanggapi Wacana Pembatasan Pembelian Bahan Bakar Minyak Bersubsidi
Pertamina Group Gelar AKHLAK Fest 2024, Perkokoh 4 Tahun Transformasi Organisasi
Cek Keandalan Pipa Gas Bumi Wilayah Batam, BPH Migas: Kondisi Pipa Terawat dengan Baik
Incar Blok Minyak dan Gas Baru, PT Pertamina Internasional EP Lakukan Ekspansi ke Timur Tengah
Pemko Lhokseumawe dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sidak ke Pangkalan dan Pelaku Usaha
Tahun 2024 Ini, SKK Migas Targetkan Investasi di Sektor Hulu Migas Bisa Capai Sebesar 16,1 Miliar Dolar AS
PT Pertamina Hulu Indonesia Ungkap 4 Strategi Dukung Produksi Migas, Salah Satunya Optimalisasi Baseline
Dua dari 5 Temuan Cadangan Gas Terbesar Dunia Ada di Indonesia, Potensi Sumber Daya Gas Bumi Meimpah
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 08:16 WIB

Menteri ESDM Arifin Tasrif Tanggapi Wacana Pembatasan Pembelian Bahan Bakar Minyak Bersubsidi

Kamis, 11 Juli 2024 - 07:59 WIB

Pertamina Group Gelar AKHLAK Fest 2024, Perkokoh 4 Tahun Transformasi Organisasi

Senin, 8 Juli 2024 - 13:46 WIB

Cek Keandalan Pipa Gas Bumi Wilayah Batam, BPH Migas: Kondisi Pipa Terawat dengan Baik

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:10 WIB

Incar Blok Minyak dan Gas Baru, PT Pertamina Internasional EP Lakukan Ekspansi ke Timur Tengah

Rabu, 3 Juli 2024 - 10:39 WIB

Aset yang Dibangun KESDM dan Kemehub Senilai Rp4,18 Triliun Diminta PT Pertamina Sebagai PNM Non Tunai

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:53 WIB

Pemko Lhokseumawe dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sidak ke Pangkalan dan Pelaku Usaha

Kamis, 20 Juni 2024 - 14:02 WIB

Tahun 2024 Ini, SKK Migas Targetkan Investasi di Sektor Hulu Migas Bisa Capai Sebesar 16,1 Miliar Dolar AS

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:00 WIB

PT Pertamina Hulu Indonesia Ungkap 4 Strategi Dukung Produksi Migas, Salah Satunya Optimalisasi Baseline

Berita Terbaru