INFOESDM.COM – Airlangga Hartarto menanggapi soal isu yang menyebutkan Partai Demokrat akan mendapat posisi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pada Selasa pagi mengungkapkan adanya kemungkinan “reshuffle” kabinet pada pekan ini.

Dalam perombakan kabinet kali ini, Jokowi memastikan akan menunjuk menteri pertanian definitif.

Untuk menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang mundur karena terjerat kasus dugaan korupsi.

“Mungkin minggu ini (‘reshuffle’),” kata Jokowi saat ditanya kapan “reshuffle” kabinet.

Baca artikel lainnya di sini : Sapu Langit Digital Melayani Jasa Pembuatan Media Online yang Berkualitas dengan Paket Hemat

Ketika ditanya wartawan apakah menteri pertanian baru akan berasal dari Partai Demokrat, Jokowi tidak memberikan pernyataan.

Jokowi hanya menganggukkan kepala sembari berlalu meninggalkan wartawan.

Jokowi, pada Senin (23/10), bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Jokowi menyebut pertemuannya dengan AHY sebagai silaturahim biasa.

“Berbicara hal-hal yang biasa kita bicarakan ketemu dengan partai,” ujar Jokowi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku belum mendengar soal isu yang menyebutkan Partai Demokrat akan mendapat posisi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

“Wah belum, kita belum dengar,” kata Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2023.

Airlangga Hartarto merespons pertanyaan mengenai kabar Partai Demokrat akan masuk kabinet pemerintah.

Disinggung soal adanya rencana perombakan kabinet (‘reshuffle’) pada pekan ini.

Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar
Itu mengatakan dirinya belum mendapat informasi langsung ataupun pengarahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ndak ada, belum tahu,” ujar Airlangga Hartarto.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.